Ahlan

Minggu, 09 Desember 2012

Hoax makanan mengandung babi: Klarifikasi kode E427 dalam produk makanan


Di antara sahabat2 sekalian barangkali ada yg pernah mendapatkan berita bohong di internet (hoax) ‘yang menggelisahkan’ yang bertajuk : “Kode Babi pada Makanan Kemasan (termasuk dalam ES KRIM MAGNUM)” melalui email, mailist, Facebook, Twitter, maupun SMS.
Atas saran banyak sahabat, saya diminta membuat tulisan (note) agar mudah di copy-paste sahabat2, agar bisa bersama2 kembali menenangkan umat dengan berita yang benar.

Sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah Swt.
Saya pertama kali memperoleh hoax (informasi bohong di internet) ini di sekitar tahun 2004/2005. Sekarang hoax ini muncul lagi, bahkan menyebut salah satu produk dari sebuah perusahaan terkenal di tanah air. Saya sedih...hoax ini jadi pesan berantai. Banyak saudara kita yang tidak tahu, lalu merasa wajib menyebarluaskannya.

Efeknya tentu menjadi sangat buruk,
Pertama : muncul image bahwa LPPOM MUI tidak amanah, padahal lembaga ini sudah sangat ketat sistemnya.
Kedua : umat seakan jadi sangat mudah diombang-ambingkan berita dari orang fasiq.
Ketiga : ini bisa jadi fitnah bagi perusahaan ybs. Padahal Allah dan Rasul-Nya telah melarang kita bersikap tidak adil hanya gara2 kita tidak suka dengan perusahaannya.

Maka dari itu, perkenankanlah saya menyampaikan beberapa hal sbb.:

Pertama,
Allah Swt meminta kita melakukan tabayyun (klarifikasi) jika kita mendengar berita yang meragukan. Jangan sampai kita melakukan perbuatan yang tidak baik, dan kita menyesal di kelak kemudian hari.
Sebagaimana Firman Allah Swt. dalam QS. Al Hujuraat (49) : 6 berikut :
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Kedua,
Ice cream Magnum dari Walls sudah memiliki Sertifikat Halal (no. 00290047180208, berlaku sd. 9 Maret 2012).
Artinya, produk tersebut telah diperiksa dengan cermat dan sangat teliti oleh para ahli (auditor) yang tergabung dalam LPPOM MUI. Emulsifier/stabilizer E472 yang dipakai perusahaan ini juga telah diteliti dan sudah dipastikan bahwa bahannya bukan dari lemak babi (http://hidayatullah.com/read/15974/21/03/2011/lppom:-kode-e472-tidak-berarti-babi.html).

Sebatas yang saya ketahui & saya yakini sbg 'bekas' Sekretaris LPPOM MUI, sangat kecil kemungkinan Walls nekad menggunakan bahan haram. Alasannya, pertama, perusahaan Walls (Unilever) adalah perusahaan raksasa. Apa iya mereka berani mempertaruhkan nama besar perusahaan mereka dgn menggunakan bahan haram. Ajinomoto cukup menjadi pelajaran berharga bagi banyak perusahaan, bahwa kalau nekad menggunakan bahan haram, maka kepercayaan masyarakat hilang (omzet penjualan Ajinomoto saat itu anjlok hingga tinggal 20%).

Ketiga,
LPPOM sangat ketat dalam melaksanakan audit halal. Saat ini terhadap setiap perusahaan yang menghendaki Sertifikat Halal (SH) diberlakukan kewajiban untuk menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH). Ini adalah sistem yang HARUS diterapkan perusahaan yang minta SH. Perusahaan yang bersangkutan harus membuat sistem tertulis yang diberlakukan untuk menjamin status kehalalan seluruh bahan baku dan prosesnya.

Keempat,
Tentang 'Kode Babi Pada Makanan Kemasan', maka saya sampaikan bahwa informasi tentang E-numbers (E-codes) ini jelas keliru. Saya juga pernah berbincang dengan Prof. Umar Santoso (FTP UGM Yogyakarta dan Wakil Direktur LPPOM MUI DIY), dan beliau menyatakan bahwa data-data tentang E-number tsb banyak yg tidak benar.

E-numbers tidak semuanya berasal dari lemak hewan. Ada E-number yang berasal dari bahan nabati, bahan tambang, bahkan bahan sintetis. E-number yang berasal dari hewan, tidak hanya berasal dari lemak, namun juga berasal dari senyawa lain maupun organ tubuh tertentu, seperti : tulang, kulit, telur, susu, dll. E-numbers tidak semuanya emulsifier/stabilizer, apalagi lemak babi. Ada E-number yang berupa senyawa pewarna, senyawa pengawet, senyawa pengasam, senyawa antioksidan, dll.

Informasi resmi dari Halal Food Guide – Inggris berikut juga bisa dipakai sebagai rujukan :http://www.guidedways.com/halalfoodguide.php

Jadi, kesimpulannya, kalimat yang menyatakan bahwa, “...kode-kode E-number mengandung lemak babi” adalah SALAH dan TIDAK BERDASAR fakta ilmiah. Tidak semua E-number itu dari lemak babi dan haram.

Kelima,
Ada beberapa hal yang membuat saya suuuuangat yakin bahwa berita ini adalah hoax :

a. Di artikel tsb ditulis bahwa Shaikh Sahib bekerja di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pégal, Perancis. Saya lalu menghubungi sahabat saya Bapak Rudi Yusuf Natamihardja yang tinggal di KJRI Marseille. Setelah beliau melacak keberadaan lembaga ini, beliau mengatakan bahwa Pégal adalah kota kecil dan disana tidak ada lembaga ini. Lembaga yang serupa POM ini ada di Montpellier, bukan di Pégal. Artinya, lembaga serupa POM di Pégal ini adalah lembaga fiktif.

b. Saya tertarik mencari tahu siapakah Anjad Khan ini. Saya coba melacak menggunakan search engines Google dan Yahoo, dengan kata kunci Anjad Khan. Dari 14 halaman yang saya buka, alhamdulillah akhirnya ketemu…! Ada 2 orang, yang satu Anjad Khan, tinggal di West Yorkshire, UK. Yang kedua orang Pakistan, yang bekerja sbg konsultan di Neuro Clinic, Medical Practice Industry, Pakistan. Keduanya bukan staf di sebuah lembaga yang bernama Medical Research Institute United States.
Kemudian, kalau saya ganti kata kuncinya dengan Amjad Khan, maka yang muncul ada 3 orang. Amjad Khan pertama adalah bintang film India (Bolywood). Amjad Khan kedua adalah pemain Cricket Inggris kelahiran Copenhagen, Denmark. Kedua ‘Amjad Khan’ ini tidak terkoneksi dengan sebuah lembaga yang bernama Medical Research Institute United States (kalaupun lembaga tsb ada). Amjad Khan yang ketiga adalah Amjad Khan yang ada pada artikel (hoax) ini. Dari data-data tsb saya simpulkan bahwa nama Anjad/Amjad Khan di artikel ini adalah nama fiktif.

c. Kemudian saya mencoba mencari lembaga di Amerika yang disebut sebagai Medical Research Institute United States. Dari upaya pencarian saya, ternyata saya tidak berhasil menemukan lembaga tsb di internet. Yang ada yaitu US Army Medical Research Institute, dan tidak ada satupun artikel yang terkoneksi dengan nama Anjad/Amjad Khan ini. Selain itu, tidak ada jurnal ilmiah yang dipulikasi oleh lembaga ini. Dari fakta-fakta tsb di atas, maka dapat saya simpulkan bahwa lembaga yang disebut sebagai Medical Research Institute United States ini fiktif.

d. Kalau benar Syaikh Sahib bekerja sebagai staf quality control (QC), maka mestinya beliau tahu asal bahan tsb (tanpa harus bertanya kepada orang yang 'berwenang' dalam bidang itu). Juga koq aneh, istilahnya koq 'yang berwenang di bidang itu. Lha, bukankah QC yang paling berwenang dalam pengawasan kualitas bahan.

e. Saya merasa sangat heran, koq ada perang saudara (civil war) disebabkan karena peluru yang dilapisi lemak babi. Lagi pula, itu perang saudara dimana dan antara siapa melawan siapa? Terkesan dengan sangat bahwa alasan perang ini terlalu dicari-cari.

f. Sebatas pengetahuan saya yg sangat minim, penggunaan E-number itu bukan utk menutupi kenyataan, namun untuk memudahkan identifikasi bahan. Saya kira para ahli makanan di Eropa yang beragama Islam sangat banyak dan sangat paham tentang hal ini. Masak sebodoh itu para doktor teknologi pangan Muslim ditipu?

Demikianlah klarifikasi yang dapat saya sampaikan. Semoga sahabat-sahabat sekalian berkenan untuk menyebarluaskan informasi ini agar masyarakat kembali tenang.
Sekedar tambahan informasi, Daftar Produk Halal MUI dapat kita akses dengan mudah melalui website resmi MUI atau melalui link:http://www.halalmui.org/images/stories/pdf/daftar%20produk%20halal%20Maret%202011.pdf
Ikuti pula kajian SEHAT (Seri Halal Thayyibah) yang membahas Halal-Haram Produk Makanan, Minuman, Obat dan Kosmetika melalui streaming radio internet www.radiopengajian.com yang insya Allah rutin dilaksanakan setiap Sabtu malam pkl.20.00-22.00 WIB (13:00-15:00 GMT) langsung dari Italy. Ikuti pula kajian SEHAT (Seri Halal Thayyibah) yang membahas Halal-Haram Produk Makanan, Minuman, Obat dan Kosmetika melalui streaming radio internet.

Nanung Danar Dono
PhD Student at College of Medical, Veterinary, and Life Sciences
University of Glasgow, Glasgow,
Scotland, UK

Photo ilustrasi courtesy www.islamterbuktibenar.net
http://hidayatullah.com/read/15974/21/03/2011/lppom:-kode-e472-tidak-berarti-babi.html

Escape near from City: Natural Hill Cisarua-Parongpong


Minggu lalu saya dan rombongan rekan Hima Himi persis Pk.UPI Bandung mengadakan acara Shitamami (shilaturahmi anggota Hima Himi Persis UPI) 1 Desember 2012. Sebelumnya saya sih gak tau apa dimana natural hill ini, cuma pas saya masuk ke area cisarua ini, saya bener2 excited... inimah beneran lembah!
karena dari jalan utama, kita diajak turun ke bawah dengan jalan seadanya, persis sebuah lembah yang dalam. kemudian yang paling asik hanya dengan uang 10.000 kita bisa maen sepuasnya disini.


Dengan uang sejumlah tadi, kita sudah bisa menggunakan fasilitas Gazebo/saung-saung untuk lesehan dan istirahat, juga main permainan 15 outbond sederhana seperti jembatan tali, labirin, spider web, dan aneka permainan outbond asik lainnya yang melatih motorik kasar. sangat cocok untuk anak SD hingga mahasiswa kuliahan seperti saya hehehe... tapi untuk beberapa permainan seperti flyin fox, berkebun dan berkuda (katanya) harus bayar lagi 10.000 sob...

yang kerennya lagi, di rea bawah natural hill ini ada curug kecil yang bisa kita sambangi dengan waktu 25menit saja, jalurnya turun curam ke bawah. tapi undakan tangga tanah dan pagar yang rapih membuat perjalanan kita  lebih mudah, selain itu ada tersedia 2 spot rest area di jalur tersebut sehingga memungkinkan kita untuk beristirahat ditengah jalan kalau gak kuat :D



selain itu, akses jalan menuju natural hill sudah sangat mudah, jika tidak membawa kendaraan pribadi, kita bisa naik angkot (kalau dari arag sersan bajuri/ledeng) naik angkot putih sampai ke terminal parongpong kemudian naik lagi angkot berwarna kuning yang tembus ke arah lembang dan minta diturunkan di natural hill. patokannya sih setelah lewat kompleks Biofarma sebelum Gapura perbatasan cisarua-cimahi.



Ini pengalaman pertama saya ke natural hill. tapi saya langsung suka dengan pemandangan dan permainan yang disuguhkan disana.. semoga bisa menjadi referensi sobat-sobat yang ingin berekreasi di sekitar Cisarua, parongpong-Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang tak jauh dari pusat kota bandung :D
Lets Go jarambah!!

wassalam..Desi El Humaira

Senin, 07 Mei 2012

Waspada!! Kode Babi Pada Makanan Kemasan


MAUKAH KITA KONSUMSI MAKANAN MENGANDUNG BABI,
ATAU GOSOK GIGI DENGAN PASTA MENGANDUNG BABI
ATAU MANDI DENGAN SABUN MENGANDUNG BABI?

Author: Oleh Dr.M.Anjad Khan

Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Prancis. Tugasnya adalah mencatat semua merek barang, makanan dan obat-obatan.

Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dahulu mendapat izin dari Badan pengawas Obat dan Makanan Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di Badan tersebut bagian QC , oleh sebab itu dia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141.

Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis tersebut, dia penasaran dan kemudian menanyakan kode matematis tersebut kepada seorang Prancis yang berwenang dalam bidang itu dan orang tersebut menjawab “KERJAKAN SAJA TUGASMU, DAN JANGAN BANYAK TANYA”.


Jawaban tersebut menimbulkan kecurigaan buat Shaikh Sahib dan dia kemudian mulai mencari tahu kode matematis tersebut dalam dokumen yang ada. Ternyata apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslim di dunia.


Hampir di seluruh negara barat termasuk Eropa, pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak di negara-negara tersebut. Di Prancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000.


Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hewan lainnya. Namun orang Eropa dan Amerika berusaha menghindari lemak-lemak tersebut. Kemudian yang menjadi pertanyaan sekarang; dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? jawabannya adalah: Babi-babi tersebut dipotong di rumah-rumah jagal dalam pengawasan Badan POM dan yang membuat pusing Badan tersebut adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi.


Dahulu kira-kira 60 tahun yang lalu, lemak-lemak tersebut dibakar. Kemudian mereka berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut. Sebagai awal uji cobanya mereka membuat sabun dengan bahan lemak tersebut dan ternyata itu berhasil. Lemak-lemak tersebut diproses secara kimiawi, dikemas sedemikian rupa dan dipasarkan. Dalam pada itu negara-negara di Eropa memberlakukan aturan yang mengharuskan bahan-bahan dari setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Oleh karena itu bahan yang terbuat dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produk. Mereka yang sudah tinggal di Eropa selama 40 tahun terakhir ini mengetahui hal tersebut. Namun produk dengan bahan lemak babi tersebut dilarang masuk ke negara-negara Islam pada saat itu sehingga menimbulkan defisit perdagangan bagi negara pengekspor. Menoleh ke masa lalu, jika anda hubungkan dengan Asia Tenggara, anda mungkin tahu tentang faktor yang menimbulkan perang saudara. Pada saat itu, peluru senapan dibuat di Eropa dan diangkut ke belahan benua melalui jalur laut. Perjalanannya memakan waktu berbulan-bulan hingga mencapai tempat tujuan sehingga bubuk mesiu yang ada di dalamnya mengalami kerusakan karena terkena air laut.


Kemudian mereka punya ide untuk melapisi peluru tersebut dengan lemak babi. Lapisan lemak tersebut harus digigit dengan gigi terlebih dahulu sebelum digunakan. Saat berita mengenai pelapisan tersebut tersebar dan sampai ke telinga tentara yang kebanyakan Muslim dan beberapa Vegetarian (orang yang tidak makan daging), maka tentara-tentara tersebut menolak berperang sehingga mengakibatkan perang saudara (civil war).


Negara-negara Eropa mengakui fakta tersebut dan kemudian menggantikan penulisan lemak babi dalam kemasan dengan menuliskan lemak hewan. Semua orang yang tinggal di Eropa sejak tahun 1970-an mengetahuinya. Saat perusahaan produsen ditanya oleh pihak berwenang dari negara Islam mengenai lemak hewan tersebut, maka jawabannya bahwa lemak tersebut adalah lemak sapi & domba, walaupun demikian lemak-lemak tersebut haram bagi muslim karena penyembelihan hewan ternak tersebut tidak mengikuti syariat islam. Oleh karena itu produk dengan label baru tersebut dilarang masuk ke negara-negara islam. Sebagai akibatnya, perusahaan-perusahaan produsen menghadapi masalah keuangan yang sangat serius karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produknya ke negara islam, di mana laba penjualan ke negara islam bisa mencapai miliaran dolar.

Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti oleh Badan POM sementara orang awam tidak mengetahuinya. Kode tersebut diawali dengan kode E-CODES. E-INGREDIENTS ini terdapat di banyak produk perusahaan multinasional termasuk pasta gigi, sejenis permen karet, cokelat, gula-gula, biskuit, makanan kaleng, buah-buahan kalengan dan beberapa multi vitamin dan masih banyak lagi jenis produk makanan & obat-obatan lainnya. Semenjak produk - produk tersebut di atas banyak dikonsumsi oleh negara-negara muslim, kita sebagai masyarakat muslim tidak terkecuali sedang menghadapi masalah penyakit masyarakat yakni hilangnya rasa malu,kekerasan dan seks bebas (kumpul kebo ).


Oleh karenanya, saya mohon kepada semua umat islam untuk memeriksa terlebih dahulu bahan-bahan produk yang akan kita konsumsi dan mencocokkannya dengan daftar kode E-CODES berikut ini. Jika ditemukan kode-kode berikut ini dalam kemasan produk yang akan kita beli, maka hendaknya dapat dihindari karena produk dengan kode-kode tersebut di bawah ini mengandung lemak babi.


E100, E110, E120, E140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252, E270, E280, E325, E326, E327, E334, E335, E336, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482, E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904.

Adalah tanggung jawab kita semua sebagai umat Islam untuk mengikuti syariat Islam dan juga memberitahukan informasi ini kepada saudara-saudara kita.

Qs.3:20 KEWAJIBAN kamu hanyalah menyampaikan ❤♡ ❥ ♥
Qs.42:48 KEWAJIBANMU tidak lain hanyalah menyampaikan ❤♡ ❥ ♥
Qs.16:82 KEWAJIBAN yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan
QS.8:38 KATAKANLAH PADA ORANG-ORANG KAFIR ITU…
Qs.16:125 SERULAH pada jalan Tuhan-mu dengan hikmah & pelajaran baik
Qs.5:92 KEWAJIBAN Rasul Kami, hanyalah menyampaikan dengan terang
Qs.64:12 KEWAJIBAN Rasul Kami hanyalah menyampaikan dengan terang

►►►SEGALA PUJI HANYA BAGI ALLAH◄◄◄

Perhatikan komposisi makanan pada bungkus / kemasan,
Jika mengandung kode dibawah ini, MAKA MAKANAN / MINUMAN / PASTA GIGI / SABUN ITU POSITIF MENGANDUNG BABI.

Kode babi pada makanan / minuman / sabun / pasta gigi:
E100, E110, E120, E140, E141, E153, E210, E213,
E214, E216, E234, E252, E270, E280, E325, E326,
E327, E334, E335, E336, E337, E422, E430, E431,
E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471,
E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481,
E482, E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542,
E570, E572, E631, E635, E904.

Untuk versi gambar, silahkan pilih gambar pertama dari album ini.

BEBERAPA JAWABAN TELAK MENGAPA BABI DIHARAMKAN

http://islamterbuktibenar.net/?pg=articles&article=13006

Resep Kue: Red Velvet

Red Velvet adalah kue klasik asal Amerika yang populer pada tahun 40an. Kue yang berwarna merah pekat ini sebenarnya terbuat dari bubuk coklat. Namun kue ini berbeda dengan kue coklat lainnya karena campuran asam cuka yang telah disuling sehingga warnanya menjadi merah pekat dengan rasa dan tekstur yang lembut. hhmmm Yummy (ngiler pemirsa) hehehehe...

Mau coba buat? Here's the Reciepe:



Bahan Kue :
2 1/2 cangkir (250 gram) tepung diayak
1/2 sendok teh garam
2 sendok makan (15 gram) coklat bubuk
1/2 cangkir (113 gram) mentega tidak asin
1 1/2 cangkir (300 gram) gula pasir
2 butir telur ayam
1 sdt vanili ekstrak
1 cangkir (240 ml) buttermilk
2 sdm pewarna makanan cair warna merah
1 sdt cuka suling putih (distilled vinegar)
1 sdt baking soda

Krim keju:
227 gram krim keju
227 gram keju Mascarpone
1 sendok teh vanili ekstrak
115 gram gula bubuk
1 cangkir whipping cream

Cara Membuat :
- Kocok mentega dan gula hingga halus, kemudian masukkan telur dan vanili, kocok hingga merata
- Masukkan susu dan pewarna merah dengan perlahan
- Masukkan terigu sedikit demi sedikit
- Campurkan cuka dan baking soda, lalu masukkan larutan tadi ke dalam adonan.
- Setelah merata, tuang adonan ke loyang, lalu panggang dengan oven bersuhu 180 c selama 30 menit
- Untuk membuat krim keju, campurkan semua bahan lalu mixer dengan kecepatan tinggi hingga lembut
- Hiasi kue dengan krim keju, lalu hidangkan.

Selamat mencoba!

#sumber: Yahoo.co.id

Sabtu, 24 Maret 2012

Jangan Jadi Pembunuh!! (Karakter)



#tulisan ini didedikasikan dan didesain untuk saya pribadi, kawan kawan, dan orang lain yang terkena laqob ‘Jutekiyyun” :P

Bercerita atau berbagi cerita baik yang menyenangkan maupun yang menyebalkan dan menyedihkan merupakan hal yang lumrah bagi semua orang sebagai ‘pelepas’ rasa yang membuncah di hati secara spontan yang bisa disebut dengan CURCOL (Red: Curhat Colongan).  Biasanya sasaran dari Curcol ini adalah teman, teman qorib, pacar, orang tua, kakak atau adik sang pelaku.

Namun dari seluruh jenis cerita yang paling mencolok adalah cerita yang membahagiakan si pencerita. Biasanya dia cenderung ingin membaginya (husnudzon dengan alasan tasyakur bini’mah dan mengamalkan surat ad duha ayat 11  ayat “wa amma bini’mati Robbika Fahaddits” (dan terhadap nikmat Rabbmu  hendaklah engkau menyatakannya -dgn bersyukur-) yang sering dijadikan alasan orang berbagi kebahagiaan lewat cerita.  :” >

Namun ada berbagai respon pendengar kabar tersebut, ada yang terkesan senang dan antusias berkomentar, ada yang menghargai kesenangannya dengan tersenyum dan mengucapkan kata semangat, daan ada juga yang tampak acuh tak acuh, apalagi jika diperparah dengan wajah standar (datar) dan bertanya “terus?” atau “jadi apa manfaatnya buat saya?”

Clebbb!!!

Kalo kejadiannya kaya gitu tu, rasanya seketika pengen ngelinting tangan baju dan menghadang wajah datarnya dengan wajah sangar sambil bilang “Mau ditonjok??!” (minjem gaya c Onath) atau dengan kaomori (" `з´ )_,/"(>_

STOP MEMBUNUH!!

Lah bunuh? Bunuh apaan??
Stop membunuh karakter orang deh para jutekers. Orang yang sedang berbagi cerita denganmu ingin membagi rasa senangnya karena menurutnya kamu berhak untuk hidup senang! Dan menurutnya kamu adalah orang yang dia percaya ikut bahagia jika dia bahagia. Apa salahnya memberi senyum saja minimal meski kamu gak suka atau ga ada manfaatnya untukmu. Biarin. Jangan aplikasikan otak ‘asas manfaat’ di momen yang salah. Bisa jadi sikapmu yang menyebalkan malah membuat orang mati gaya, gendok, kesel, pundung dan jadi males lagi klo mau cerita karna responmu yang gak bersahabat.

Menghargai? It’s Easy guys!

Apa sih untungnya menghargai orang? Simpel aja... jawabannya kamu pun akan dihargai oleh orang lain. Jangan licik sendiri, maunya dihargai tapi gak pernah menghargai orang lain.

Seperti kisah Rasulullah Saw yang suatu hari didatangi wanita kafir yang memberinya buah limau sebagai hadiah, beliaupun memakannya dan tersenyum. Lalu pada hari lainnya Rasul didatangi lagi oleh wanita tersebut dan ia sedang bersama beberapa orang sahabat, lalu wanita tersebut menghadiahi beliau buah limau yang sama, lalu Rasul memakannya tanpa membaginya pada sahabat lain sambil tersenyum kepadanwanita tersebut hingga habis. Kemudian beliau berpamitan. Sahabat yang melihat hal tersebut heran dengan sikap Rasulullah yang tidak membagi mereka buah tadi, kemudian mereka menanyakan alasannya. Lalu bagaimana cara Rasulullah Saw menjawab? “tahukah kalian bahwa sebenarnya buah limau itu sangat asam, dan aku khawatir jika kalian diberi kalian akan menampakan wajah yang membuatnya tidak enak dan tersinggung. Oleh karena itu aku habiskan semuanya”

Wallahu a’lamu Bis Sawaab..


Sajak: Aku Pulang



aku pulang
dengan segenggam kerinduan
bersama hujan yang menatap dengan tatapan yang sendu. namun tajam
maaf mah  aku pulang, bukan dengan segepok uang
melainkan pulang mengais rindu
yang tercecer disepanjang viaduct sore ini





aku pulang
seperti biasa, dengan langkah kaki yang sama
tanpa bunga, tanpa berlian
seperti yang film barat ajarkan pada kita
bahwa kasih sayang berarti memberi barang mewah dan mahal
tapi nyatanya mereka tidak selalu berakhir dengan hidup rukun
kandas


aku pulang
dengan tangan kosong
tapi aku tahu
didepan pintu yang terbuka
ada sejuta senyum menyambut rinduku..
semoga..

.#hujan kadang membuat suasana lebih sendu, dan membaca tulisan orang saat seperti itu membawa pegaruh yg hebat.

de'Aisy
4-12-11