Ahlan

Rabu, 24 Agustus 2011

Kisah Nyata dari Singapura tentang Penghormatan kepada Orangtua

> http://ceremende. blogspot. com/2010/ 08/kisah- nyata-dari- singapura- tentang.html

Minggu, 01 Agustus 2010

Kisah Nyata dari Singapura tentang Penghormatan kepada Orangtua

From: *endah marty*

*Kisah Nyata dari Singapura tentang Penghormatan kepada Orangtua*

Terlampir di bawah ini adalah Kisah Nyata dari Negeri tetangga beberapa

dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga Perdana Menteri saat itu, Lee

Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang

lansia di Singapura.

Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan Pengusaha sukses yang

mengundurkan diri dari dinia bisnis ketika istrinya meninggal dunia.

Jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan

baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi

seorang Sarjana.

Kemudian setelah anak semata wayangnya tersebut menikah, ia minta ijin

kepada ayahnya untuk tinggal bersama di Apartemen Ayahnya yang mewah dan

besar. Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya

tinggal ber-sama2 dengannya. Terbayang dibenak orangtua tersebut bahwa

apartment nya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih

jika ia mempunya cucu. Betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa

berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.

Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antara

Ayah-Anak-Menantu yang membuat Ayahnya yang sangat mencintai anak

tunggalnya itu tersebut tanpa sedikitpun ragu-ragu menghibahkan seluruh

harta kekayaan termasuk apartment yang mereka tinggali, dibaliknamakan

ke anaknya itu melalui Notaris terkenal di sana.

Tahun-tahun berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga,

jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah sebab mengapa,

suatu hari mereka bertengkar hebat, yang pada akhirnya, anaknya tega

mengusir sang Ayah keluar dari apartment mereka yang ia warisi dari Ayahnya.

Karena seluruh hartanya, Apartemen, Saham, Deposito, Emas dan uang tunai

sudah diberikan kepada anaknya, mulai hari itu dia menjadi pengemis di

Orchard Rd. Bayangkan, orang kaya mantan pebisnis yang cukup terkenal di

Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis!

Suatu hari, tanpa disengaja melintas mantan teman bisnisnya dulu dan

memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan

kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. Tentu saja, si ayah malu dan

menjawab bukan, mungkin Anda salah orang, katanya.

Akan tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di

Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar

beritanya. Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman2-nya

yang lain, dan mereka akhirnya bersama-sama mendatangi si Ayah.

Semua mantan sahabat karibnya tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua

itu adalah Mantan pebisnis kaya yang dulu mereka kenal. Dan dihadapan

para sahabatnya, si ayah dengan menangis ter-sedu2, dia menceritakan

semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di

sana, karena semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak

yang sangat tidak bermoral itu.

Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telinga PM Lee

Kwan Yew Senior.

PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka

tersebut. K Mereka dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee

dan PM Lee mengatakan "Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada

anak durhaka seperti mereka" .

Lalu PM Lee memanggil sang Notaris dan saat itu juga surat hibah itu

dibatalkan demi hukum! Dan surat hibah yang sudah baliknama ke atas nama

anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik

yang sudah dihibahkan tersebut kembali ke atas nama Ayahnya, bahkan anak

menantu itu sejak saat itu dilarang masuk ke Apartment ayahnya.

Mr Lee Kwan Yew ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti

kepada orangtuanya dan menghargai para lanjut usia (lansia). Sehingga,

agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan

Kebijakan/Dekrit yaitu "Larangan kepada para orangtua untuk tidak

menghibahkan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal.

Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir

hayatnya, maka dia buat Kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar semua

Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para

lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan

mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi

angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1

th bekerja.

Anda tidak perlu heran jika Anda pergi ke Toilet di Changi Airport,

Mall, Restaurant, Petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi

selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa

bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak.

Satu lagi sebagaimana di negeri maju lainnya, PM Lee juga memberikan

pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak2 dan remaja di sana, bahwa

pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan

pekerjaan hina, sehingga anak2 tsb dari kecil diajarkan untuk tahu

menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.

Sebaliknya, Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasa

hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya.

Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri,atau

mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, mereka harus

tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.

Mereka, warganegara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu

mengenang saat mereka masih balita, orangtua mereka-lah yang

membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran, memberi pula yang

memberi makan dan kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, dan

menggendongnya kala mereka menangis meski dini hari dan merawatnya

ketika mereka sakit.

--------------------------- ilustrasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar